Jalan Provinsi yang Rusak Parah di Jalur Halaban-Lintau Diperbaiki 2021 Ini

oleh -343 klik
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi. NET
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi. NET

JERNIHNEWS.COM- Jalan Provinsi yang menghubungkan Halaban Kabupaten Limapuluh Kota dan Lintau Kabupaten Tanah Datar sejak beberapa tahun belakangan kondisinya rusak parah. Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan jalan tersebut akan diperbaiki tahun 2021 ini dengan dana APBD Sumbar.

Kendaraan harus berjalan lamban dan antri menghindari lubang-lubang menganga di jalan Halaban-Lintau. ERZ
Kendaraan harus berjalan lamban dan antri menghindari lubang-lubang menganga di jalan Halaban-Lintau. ERZ

"Sebetulnya dana perbaikannya telah dianggarkan di APBD 2020. Hanya saja karena terpakai oleh penanganan pandemi Covid-19, perbaikan itu menjadi tertunda. Alhamdulillah tahun 2021 ini sudah dianggarkan kembali. Artinya, jalan tersebut akan diperbaiki tahun ini juga," kata Supardi, Sabtu (02/01/2021) melalui sambungan telepon.

Politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Sumbar, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu mengaku tak hafal berapa jumlah dana yang dianggarkan untuk perbaikan jalan yang berada di kaki Gunung Sago tersebut. Hanya saja menurutnya, selain perbaikan yang bersumber dari dana APBD Sumbar 2021, perbaikan juga ada yang dilaksanakan secara langsung oleh PT Hutama Karya (HK).

Perbaikan secara langsung oleh PT HK adalah kesepakatan antara perusahaan BUMN itu dengan Pemprov Sumbar. Menurut, Supardi, PT HK adalah perusahaan yang mengerjakan proyek tol di Sumbar. Perusahaan tersebut membawa material melewati jalan provinsi, sehingga mengakibatkan rusak parah.

"Ada beberapa panjang jalan tersebut yang perbaiki langsung oleh PT HK. Begitulah kesepakatan antara provinsi dan PT HK. Karena jalan itu rusak akibat dilewati truk-truk pembawa material untuk proyek jalan tol," ujar Supardi.

Pantauan Jernihnews.com jalan di kawasan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang lebih kurang 8 km kondisinya rusak parah. Jalan ini menghubungkan wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar. Jika hujan turun, ratusan lubang yang menganga berubah menjadi kubangan kerbau. Kondisi ini telah berlangsung sekitar tiga tahun belakangan.

"Ya, kerusakan jalannya sudah sangat parah. Apalagi kalau hujan. Seperti kubangan kerbau. Sering mobil mogok karena buruknya jalan. Akibatnya terjadi macet panjang. Kondisi begini sudah tiga tahunan. Sepertinya tidak ada perhatian pemerintah," kata Sandi, salah seorang warga Taratak, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu.

Truk dan minibus serta sepeda motor mesti berjalan pelan-pelan sembari berupaya menghindari lubang-lubang yang menganga di badan jalan dan bahu jalan. Karena buruknya jalan di kawasan ini sudah berlangsung lama, maka terlihat masing-masing kendaraan tetap sabar antri dan tak saling mendahului. Sebab jika nekad mendahului resikonya sangat fatal. Jika tidak masuk lobang dalam, atau bertabrakan dengan kendaraan yang berlawanan arah. Apalagi banyak bengkolan tajam dan di sisi lain juga ada jurang yang cukup dalam.

Sering mobil dan sepeda motor mogok di lokasi jalan buruk yang di kiri kanan jalannya juga terdapat usaha pembuatan batu bata. Saat mobil rusak di tengah jalan, kemacetan pun tak bisa dihindari.

Nita, warga asal Lintau yang merantau ke Kota Payakumbuh mengatakan jalan raya Lareh Sago Halaban yang menghubungkan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar merupakan jalur yang sangat vital. Terutama bagi warga Lintau, Sijunjung dan lainnya yang ingin bepergian ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota. "Apalagi sebagian warga Lintau berbelanja ke Payakumbuh untuk memenuhi berbagai kebutuhan," sebutnya.

Jalur Lareh Sago Halaban memang cukup vital. Kendaraan dari Jakarta tujuan Payakumbuh dan Limapuluh Kota, juga melewati jalur ini. Kalau tidak, mereka terpaksa menempuh jalur yang lebih jauh dari Solok ke Batusangkar atau ke Padang Panjang dan Bukittinggi.(erz)