Kedelai Naik Drastis Diborong China, Pengrajin Tempe Mogok Produksi Awal 2021

oleh -410 klik
Tempe yang dijual pedagang di salah satu pasar di Jakarta. Harga kedelai yang menjadi bahan baku pembuat tempe naik drastis. Hal itu membuat pengrajin tempe kelimpungan, sehingga mogok produksi mulai hari ini, Jumat (01/01/2021). Kedelai diimpor dari Amerika Serikat. China memborong kedelai AS, sehingga menyebabkan harga melonjak tinggi. KUMPARAN
Tempe yang dijual pedagang di salah satu pasar di Jakarta. Harga kedelai yang menjadi bahan baku pembuat tempe naik drastis. Hal itu membuat pengrajin tempe kelimpungan, sehingga mogok produksi mulai hari ini, Jumat (01/01/2021). Kedelai diimpor dari Amerika Serikat. China memborong kedelai AS, sehingga menyebabkan harga melonjak tinggi. KUMPARAN

JERNIHNEWS.COM-Pengrajin tempe yang tergabung pada Pusat Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, akan setop produksi karena harga bahan baku naik drastis. Rencananya, mereka akan mulai mogok massal mulai besok hingga tanggal 3 Januari 2021. Kenaikan dipicu diborongnya kedelai oleh China dari Amerika Serikat (AS). Sedangkan semua kedelai RI diimpor dari AS.

"Itu pasti terjadi (mogok produksi) besok sampai tanggal 3 (Januari 2021)," kata Ketua Puskopti DKI Jakarta Sutaryo kepada kumparan, Kamis (31/12) seperti dikutip dari Kumparan.

Sutaryo menjelaskan, kenaikan harga kedelai ini memang terjadi secara tiba-tiba. Penyebabnya yaitu harga kedelai meroket usai China memborong kedelai asal Amerika Serikat (AS). Padahal, Indonesia merupakan pangsa pasar kedelai utama AS. Ia juga mencatat Indonesia sebagai negara yang kebutuhan kedelainya 100 persen dipasok dari AS.

Selain itu, pemulihan ekonomi menjadi pemicu kebutuhan tinggi kedelai dari AS. Sebenarnya ada beberapa negara lain yang merupakan produsen kedelai yaitu Brasil, Argentina, dan Kanada. Namun ia menjelaskan, hanya kedelai dari AS yang sesuai dengan kebutuhan bahan baku tempe dan tahu di dalam negeri.

"Kalau kedelai Brasil tidak bisa ke Indonesia, dalamnya agak merah dan kering. Nah kalau Indonesia itu cocok kedelai Amerika," jelasnya.

Dengan kenaikan ini, ia berharap pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk meredam kenaikan harga.

Sutaryo juga mengatakan, pihaknya telah melayangkan sebuah surat kepada seluruh pengrajin tempe dan tahu supaya kompak melakukan mogok produksi.

Senada dengan Sutaryo, Anggota Puskopti Jakarta Barat Suparman membenarkan mogok massal yang akan terjadi besok. Menurutnya, aksi tersebut disebabkan harga kedelai yang melompat dibanding tahun lalu.

"Ini harganya melompat bukan naik lagi katanya," tegasnya.

Adapun berdasarkan catatan Puskopti saat ini harga bahan baku kedelai Rp 9.500 per kilogram (kg), jauh dibanding pada harga normal yaitu Rp7.500 per kg. (b)