Libur Akhir Tahun, Wisatawan Riau Serbu Payakumbuh dan Limapuluh Kota

oleh -1325 klik
Suasana Fly Over Kelok Sembilan di Kecamatan Harau, Kabupaten Payakumbuh yang padat kendaraan dalam suasana libur. NET
Suasana Fly Over Kelok Sembilan di Kecamatan Harau, Kabupaten Payakumbuh yang padat kendaraan dalam suasana libur. NET

JERNIHNEWS.COM- BerbagaiobjekwisataKota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota dibanjiri pengunjung saat libur akhir tahun 2020. Wisatawan yang mendominasi berasal dari Provinsi Riau. Ratusan mobil pribadi dan bus pariwisata berplat BM sejak sepekan terakhir tampak memasuki wilayah Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Jalanan menuju destinasi wisata seperti Kelok Sembilan, Lembah Harau, Kapalo Banda, Ngalau Indah dan lainnya menjadi macet. Di pantau melalui google map, jalan menuju destinasi wisata itu merah pekat.

Kampung Sarasah, Lembah Harau yang juga ada objek wisata Kampung Eropah yang selalu ramai pengunjung di saat liburan. NET
Kampung Sarasah, Lembah Harau yang juga ada objek wisata Kampung Eropah yang selalu ramai pengunjung di saat liburan. NET

Memasuki wilayah Sumbar, wisatawan dari Provinsi Riau disambut atau disuguhi dengan keindahan alam Kelok Sembilan yang fantastis. Fly Over Kelok Sembilan pun berubah menjadi panorama bagi ribuan orang sepanjang hari. View Fly Over Kelok Sembilan yang mempesona, membuat wisatawan ingin berlama-lama di sana. Sembari menikmati hangatnya jagung bakar, mereka juga bisa berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan yang tidak ada duanya. Udaranya pun juga sejuk. "Kelok Sembilan ini viewnya sagat menakjubkan," kata Niko, salah seorang wisatawan.

Sate Danguang-Danguang dan Martabak Mesir Kubang, di antara kuliner yang selalu menjadi buruan oleh wisatawan di Kota Payakumbuh. NET
Sate Danguang-Danguang dan Martabak Mesir Kubang, di antara kuliner yang selalu menjadi buruan oleh wisatawan di Kota Payakumbuh. NET

Usai menikmati kecantikan alam dan indahnya Fly Over Kelok Sembilan yang diresmikan oleh Presiden SBY tahun 2013 itu, wisatawan dari Riau bisa bergeser sedikit ke Lubuak Bangku untuk menikmati makan siang. Belasan rumah makan di Lubuak Bangku siap menggugah selera. Wisatawan dapat memilih aneka masakan yang rasanya maknyus dan sesuai selera. Ya, wisatawan dari Pekanbaru yang berangkat pagi, sangat pas waktu makan siang di Lubuak Bangku. Tinggal pilih, mau Shalat Zuhur dulu atau makan siang.

Setelah menikmati makan siang di Lubuak Bangku, wisatawan bisa langsung menuju Lembah Harau yang jaraknya hanya sekitar 7 Km. Di objek wisata yang sudah sangat dikenal dengan keindahan air terjun dan tebing-tebing terjal itu, wisatawan juga dapat berkunjung ke berbagai objek wisata di Kawasan Lembah Harau. Ada Air Terjun Akar Berayun dan juga ada Air Terjun Sarah Bunta. Ada juga Kampung Eropah, Jepang dan Korea di kawasan Lembah Harau yang dikelola secara khusus.

Nyaris semua spot-spot wisata di Lembah Harau menarik untuk dinikmati. Kesejukan dan Keasrian Lembah Harau dengan Cagar Alamnya, membuat wisatawan betah berlama-lama. Menghabiskan waktu sore, malam dan hingga pagi tak terasa. Pengunjung tak perlu cemas, kalau mau menginap, puluhan home stay ada di kawasan Lembah Harau. Bahkan resort juga ada. Pengunjung yang ingin bermalam di tenda atau kemah juga bisa. Karena tersedia pula penyewaan lokasi camping lengkap dengan tenda dan peralatan lainnya.

Owner Bio Homestay, Sarnen Indra, bersyukur berbagai destinasi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh kini ramai dikunjungi saat liburan akhir tahun 2020. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dia melihat masyarakat sangat antusias menikmati suasana liburan. "Mungkin selama ini masyarakat sudah sangat tekekang oleh pandemi Covid-19," kata Sarnen.

Sejak beberapa hari terakhir, sebut Sarnen, jalanan keluar masuk Lembah Harau macet, karena banyaknya pengunjung. Pengunjung mayoritas dari Provinsi Riau. "Ya, macet," kata Sarnen yang juga salah seoarang pejabat Eselon III di lingkungan Dinas Pariwisata Pemkab Limapuluh Kota.

Selain Lembah Harau, wisatawan juga menyerbu objek wisata Kapalo Banda, di Nagari Taram, Kecamatan Harau. Jarak destinasi wisata Kapalo Banda hanya sekitar 13 KM dari Lembah Harau. Kapalo Banda juga eksotis. Sungainya yang dangkal dan airnya yang jernih dengan kerikil kuning di dasarnya serta panoramanya yang juga mempesona, membuat wisatawan akan rugi jika tidak mengunjunginya. Suasana Kapalo Banda sangat beda dan tidak dapat ditemui di objek-objek wisata lainnya. Wisatawan bisa bermain ayunan di atas sungai dangkal yang bersih. Anak-anak di bawah umur pun merasa nyaman bermain di sepanjang sungai dangkal Kapalo Banda. Pengunjungpun dapat berakit-rakit dengan bambu di atas empang Kapalo Banda.

Puas berwisata di Kapalo Banda, selanjutnya bisa bergerak lagi memasuki Kota Payakumbuh. Ya, tujuan berikutnya adalah objek wisata Ngalau Indah, yang hanya berjarak sekitar 3 KM dari pusat Kota Payakumbuh. Namanya ngalau, tentu ada goanya. Goa ini sangat cantik. Batu-batu yang terukir oleh proses alam amat menawan. Goa Ngalau Indah dilengkapi penerangan listrik yang cukup. Jalan dan tangga-tangga dalam goa pun telah dibangun dengan baik oleh Pemko Payakumbuh. Dari dalam goa, wisatawan juga bisa menuju panoram Puncak Marajo. Dari ketinggian Puncak Marajo, terkembang pemandangan yang indah. Nyaris 80 persen wilayah Kota Payakumbuh terlihat dari Puncak Marajo.

Hari beranjak sore dan senja. Saat malam tiba, wisatawan dapat berburu aneka kuliner di Pasar Payakumbuh. Bukan rahasia lagi, kuliner Kota Payakumbuh yang terdapat di sepanjang Jl. Sudirman, Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Ahmad Yani sudah menjadi buah bibir bagi pencinta kuliner, baik Sumbar dan bahkan nasional. Puluhan jenis kuliner yang tersedia. Ada juga kuliner dari berbagai provinsi lainnya. Kuliner yang berjejer rapi di sepanjang tiga ruas jalan itu beroperasi pada malam hari. Buka dari sore hingga tengah malam. Juga banyak yang buka sampai pukul 03.00 dini hari .

Udara Kota Payakumbuh yang bersuhu sedang, membuat orang betah duduk di kafe, kedai kaki lima atau pun restoran di Kota Randang ini hingga tengah malam, bahkan dini hari. Udara Kota Payakumbuh, rata-rata berkisar antar 21-27 derajat celcius. Tidak dingin dan tidak pula panas. Kuliner-kuliner yang menjadi buruan, seperti Sate Danguang-Danguang, martabak mesir, ketan durian, dan lain sebagainya.

Banyak lagi destinasi wisata di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang bisa dinikmati. Seperti Pemandian Batang Tabik, objek wisata Batam Agam, Pembibitan Sapi Padang Mangateh, perkebunan jeruk Jesigo di Gunuang Omeh, Situs Menhir di Mahat, Monumen Nasional PDRI di Koto Tinggi dan lain sebagainya. Kunjungan pamungkas wisatawan bisa ke Jam Gadang Bukittinggi. (erz)