Yang Terkaya dan 'Termiskin' di Antara 6 Menteri Baru Jokowi

oleh -276 klik
Presiden RI Jokowi dan Wapres Ma'aruf Amin saat memperkenalkan enam menteri barunya. NET
Presiden RI Jokowi dan Wapres Ma'aruf Amin saat memperkenalkan enam menteri barunya. NET

JERNIHNEWS.COM-Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengumumkan menteri baru kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12).

Presiden Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12). Ada enam nama baru yang diangkat untuk menjadi menteri di pemerintahan periode kedua Jokowi tersebut.

"Saya bersama-sama dengan Wapres ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang akan duduk di anggota kabinet Indonesia Maju. Saya akan memperkenalkan satu persatu," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, sebagaimana yang dikutip dari Kumparan.


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home2/jernihnews/public_html/mod/mod_berita.php on line 127

Mereka adalah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Uno sebagai Menparekraf, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan. Selain itu ada Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, dan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Di antara mereka, ada yang berlatar belakang pengusaha seperti Sandiaga Uno, Muhammad Lutfi, dan Wahyu Sakti Trenggono. Sementara Budi Gunadi Sadikin lama berkarier di korporasi, dari swasta, BUMN, lalu ke pemerintahan. Sedangkan Risma merupakan birokrat dan Yaqut politisi serta pemimpin ormas.

Dengan latar belakang yang berbeda, tentu wajar jika mereka punya harta kekayaan yang berbeda. Mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), siapa di antara mereka yang terkaya dan paling 'miskin'? Berikut datanya:

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas: Rp 936 Juta

Berdasarkan laman e-LHKPN KPK, Gus Yaqut terakhir melapor kekayaan ke KPK pada 19 Juni 2019. Dalam LHKPN itu, Gus Yaqut melaporkan harta kekayaan senilai Rp 936.396.000.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini: Rp 7,179 Miliar

Merujuk laporan pada laman e-LHKPN KPK, Risma tercatat memiliki total harta senilai Rp 7.179.254.946. Harta itu dilaporkan Risma pada 27 Maret 2019, saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin: Rp 161,792 Miliar

Berdasarkan laman e-LHKPN KPK, Budi Sadikin terakhir melapor kekayaan ke KPK pada 17 Maret 2020. Dalam LHKPN itu, mantan Dirut Bank Mandiri tersebut melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 161.792.059.459 yang berupa tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak hingga surat berharga.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi: Rp 123,55 Miliar dan USD 4,5 Juta

Belum ada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru Muhammad Lutfi. Terakhir kali dia melaporkan pada 30 Oktober 2014 saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, dia tercatat memiliki kekayaan senilai total Rp 123.554.485.081 dan 4.510.944 dolar AS.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono: Rp 1,947 Triliun

Trenggono terakhir kali melaporkan LHKPN ke KPK pada 16 Januari 2020 dalam jabatan Wamenhan. Dikutip dari LHKPN yang dilaporkan ke KPK, Trenggono memiliki total kekayaan hampir Rp 2 triliun, tepatnya sebesar Rp 1.947.253.281.442.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno: Rp 5,099 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno saat pengumuman menteri baru kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12).

Sandi tercatat sempat melaporkan harta kekayaannya kepada KPK pada September 2016 lalu. Saat itu, ia melaporkan harta kekayaannya sebagai Wagub DKI. Meski demikian, LHKPN tersebut bukan yang terakhir kali dilaporkan Sandi. Ia terakhir kali lapor LHKPN ke KPK pada 14 Agustus 2018 dalam kapasitas sebagai calon Wakil Presiden. Dalam LHKPN sebagai calon Wapres, harta kekayaan Sandi mencapai Rp 5.099.960.524.965. (pr)