Biadab! Gadis Dibunuh Lalu Diperkosa Mayatnya di Limapuluh Kota

oleh -619 klik
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP M. Rosidi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan disertai pemerkosaan dengan tersangka AM (19) dan korban IPS (21) di Mapolres Payakumbuh, Kamis (17/12/2020). ANT
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP M. Rosidi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan disertai pemerkosaan dengan tersangka AM (19) dan korban IPS (21) di Mapolres Payakumbuh, Kamis (17/12/2020). ANT

JERNIHNEWS.COM-Kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terjadi di Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Kasus ini diungkap oleh Polres Payakumbuh. Korban adalah warga Suayan Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, sedangkan pelaku warga Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Pelaku bernama Alim Muspar (19). Dia tega membunuh pacarnya Indah Permata Sari (21). Biadabnya, tersangka tega memperkosa Indah yang telah jadi mayat, karena telah kesetanan dan tak kuasa menahan nafsu birahinya.

Peristiwa sadis ini, disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Rosidi, dalam konfrensi pers, Kamis (17/12/2020) di Mapolres Payakumbuh.

"Dia ditangkap di tempat kerjanya di daerah Bukittinggi," kata Rosidi, sebagaimana dikutip dari berbagai media.

Saat didatangi di tempat kerjanya, pelaku sempat membantah dan berkelit kepada polisi. Dia tak mengaku membunuh seorang perempuan yang mayatnya ditemukan warga di Situjuah, Limapuluh Kota, Rabu (09/12/2020) yang bertepatan dengan Pilkada Serentak 2020.

Berikutnya, polisi pun membawa pelaku ke Mapolres Payakumbuh. Dalam perjalanan barulah tersangka mengakui perbuatannya.

"Jadi pelaku mengakui membunuh korban karena korban menolak diajak berhubungan badan di sebuah pondok di tengah ladang," katanya.

Motif tersangka melakukan pembunuhan tersebut karena hasrat untuk berhubugan intim. Namun korban Indah Permata Sari menolak. Tersangka terus memaksa.

Berikutnya, Indah melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong. Karena khawatir diketahui orang lain, tersangka Ali pun membenturkan kepalanya ke kepala korban. Hidung dan mulut korban berdarah. Lalu, tersangka mencekik pacarnya itu, hingga tewas. Biadabnya, tersangka masih terus memenuhi nafsu bejatnya menyetubuhi korban yang sudah tak bernyawa lagi.

"Tubuh korban kemudian dibuang pelaku di semak-semak tidak jauh dari pondok di daerah Situjuh, kemudian pelaku melarikan diri," katanya.

Tersangka mengaku kenal dengan korban lewat media sosial. Hubungan mereka baru barjalan tiga bulan. Pacaran mereka selama tiga bulan itu hanya melalui media sosial saja. Hari nahas itu, adalah pertemuan pertama mereka. Namun pertemuan itu berujung malapetaka bagi Indah Permata Sari.

"Setelah korban meninggal tersangka tetap melampiaskan nafsunya kepada korban. Selanjutnya tersangka langsung meninggalkan lokasi," kata dia.

Rosidi melanjutkan, saat ditemukan, polisi kesulitan mengungkat identitas korban. Pasalnya tidak ada tanda pengenal satupun di tubuh korban. Identitas terungkap setelah polisi melakukan autopsi terhadap jasad korban. Dia diketahui sebagai warga Suayan Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, bernama Indah Permata Sari.

Dari hasil autopsi juga ditemukan beberapa luka pada bagian kemaluan dan anus korban serta bekas cekikan di leher.

Korban bekerja di pabrik roti di kawasan Tanjungpati, Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan tersangka AM (19) merupakan warga Koto Baru Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar yang bekerja di salah satu rumah makan di Kota Bukittinggi.

Barang bukti yang diamankan Polres Payakumbuh, yakni sejumlah pakaian dalam wanita milik korban, satu helai celana korban, satu gigi palsu milik korban, sepasang sepatu milik korban dan satu unit sepeda motor.

"Tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain dan pasal 285 KUHP tentang perkosaan. Maksimal hukuman 15 tahun penjara," kata dia. (ant/oke/pkc)