Musrenbang Nagari Muaro Pingai Berlangsung Alot

oleh -698 klik
Suasana Musrenbang Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Senin (301/11/2020) yang berlangsung cukup alot. IST
Suasana Musrenbang Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Senin (301/11/2020) yang berlangsung cukup alot. IST

JERNIHNEWS.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Muaro Pingai Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok tahun anggaran 2021 berlangsung alot, Senin (30/11/2020). Ini terjadi karena anggaran nagari tahun 2020 banyak tersedot untuk penanganan Covid-19 dan penyusunan anggaran nagari 2021 juga mesti berpedoman kepada Permen Nomor 13 tahun 2020.

Ketua BPN Muaro Pingai Jon Indra Panito Tanjung, S.Pd.I (kanan). IST
Ketua BPN Muaro Pingai Jon Indra Panito Tanjung, S.Pd.I (kanan). IST

Acara yang diangsungkan di halaman Kantor Wali Nagari Muaro itu dihadiri camat Junjung Sirih, Herman, SH, S.Sos, Dinas Dukcapil, Dinas Barenlitbang, TA Pendamping Desa, Koramil 06/Singkarak, Kapolsek Junjung Sirih, KUA Junjung Sirih Masrul M.Pd, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Junjung Sirih dan Kepala Puskesmas Junjung Sirih, Ketua BPN Muaro Pingai, Ketua KAN dan seluruh lembaga dan tokoh tokoh nagari Muaro Pingai.

Walinagari Muaro Pingai Dodi Hermen,SE yang membuka acara itu mengatakan, hasil Musrenbang tahun 2020 lalu tidak bisa terlaksana dengan maksimal karena dana tersedot untuk penanganan Covid-19.

"Mudah-mudahan tahun 2021 ini wabah covid-19 bisa hilang dan kita kembali membangun nagari kita," kata Wali Nagari.

Sementara itu, Ketua BPN Muaro Pingai Jon Indra S.Pd.I Panito Tanjung menjelaskan bahwa Musrenbang kali ini merupakan penampungan aspirasi masyarakat untuk pembangunan fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia.

Namun karena situasi Covid-19 penganggaran belanja nagari tahun 2021 mengacu kepada Permen Nomor 13 tahun 2020.

"Yang intinya dari Permen itu bahwa penganggaran dana nagari mayoritas untuk pembangunan sumber daya manusia di samping memang bisa untuk fisik, namun persentasenya sangat kecil sekali. Ini semua bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat akibat covid-19," kata ketua BPN. (jon)