Prof. Dr. Suparno, M.Pd: Guru Besar yang Sederhana Itu Telah Pergi

oleh -852 klik
Alm. Prof. Dr. Suparno, M.Pd. Dosen Jurusan Teknik Mesin FT UNP ini meninggal di usia 69 tahun di RS. Hermina Kota Padang, Senin (23/11/2020) pukul 03.10 WIB. JNC
Alm. Prof. Dr. Suparno, M.Pd. Dosen Jurusan Teknik Mesin FT UNP ini meninggal di usia 69 tahun di RS. Hermina Kota Padang, Senin (23/11/2020) pukul 03.10 WIB. JNC

JERNIHNEWS.COM-Innalillahi wainnaillahi raajiuun. Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) kembali kehilangan seorang guru besar. Sosok yang dikenal sebagai dosen yang sangat sederhana itu adalah Prof. Dr. Suparno, M.Pd. Pria kelahiran, Purbolinggo 12 Desember 1951 tersebut menghembuskan nafas terakhirnya, Senin 23 November 2020 pukul 03.10 WIB di RS. Hermina Padang.

Keluarga besar FT dan UNP pada umumnya, termasuk para alumni merasa kehilangan dosen yang selalu bicara lembut, suka guyon dan gemar memberikan solusi bagi mahasiswanya. Ribuan orang mengucapkan rasa turut berlangsungkawa melalui media sosial. Tidak berlebihan kiranya, Wakil Dekan (WD) I FT UNP, Dr. Waskito, MT menyebut Prof. Dr. Suparno, M.Pd sebagai orang yang sederhana, teguh pada pendirian, suka membantu dan pekerja keras.

"Almarhum orangnya supel, bergaul ke semua lapisan, dosen, pegawai, dan mahasiswa.

Alhamdulillah, walaupun suasana covid membayangi, banyak pelayat yang datang dan mengantar ke pemakaman di Tunggul Hitam," kata Waskito, yang juga merupakan salah satu mahasiswa almarhum.

Ratusan orang melayat ke rumah duka Perumahan Dosen FT UNP, di Jalan Belibis Blok B, Kelurahan Air Tawar Barat, Padang. Mereka terdiri dari pimpinan dan staf serta civitas akademika UNP, alumni para tetangga, kolega, rekan kerja anak-anak almarhum dan lainnya. Puluhan karangan bunga atau papan bunga berjejer rapi di sepanjang jalan menuju rumah duka dan di seputaran taman fasum yang posisinya di depan rumah almarhum.

Jenazah almarhum dilepas dari rumah duka oleh Wakil Rektor (WR) II UNP, Ir. Syahril, M.Sc, PhD, karena Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D sedang tidak di Padang, karena tugas di luar kota bersama dengan WR I UNP Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt. Setelah jenazah dilepas secara resmi, berikutnya dishalatkan di Masjid At Taqwa, Komplek Perumahan Dosen FT UNP. Selanjutnya, ratusan orang juga turut mengantarkan jasad almarhum ke tempat peristiratan terakhirnya di TPU Tunggul Hitam, Padang.

WD I FT UNP, Dr. Waskito, MT merupakan salah satu mahasiswa almarhum di Jurusan Mesin FT UNP yang kala itu bernama Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Kejuruan Teknik (PT Mesin FKT) IKIP Padang. Waskito merupakan mahasiswa angkatan 1981 atau angkatan ke-3 di Kampus FKT IKIP Padang. Tampaknya Waskito benar-benar masih segar ingatannya tentang almarhum.

Menurut Waskito, almarhum Suparno adalah dosen muda yang dibawa oleh Alm. Prof. Dr. Jufri B Syarif dan Prof. Dr. Jalius Jama, M.Ed dari Yogyakarta bersama dengan sejumlah dosen lainnya, seperti Prof. Dr Kumaidi, Drs. Said Sugardi M.Pd , Daman dan lainnya. "Mereka adalah para perintis FKT IKIP Padang," sebut Waskito.

Isteri Almarhum, Dra. Yuprapti sudah lebih dulu menghadap Allah SWT. Istrinya meninggal sebelum tahun 2000 ketika sedang mengambil S2. Prof Suparno yang dikenal lama mengajar media pendidikan memiliki 4 orang anak. Semuanya perempuan dan telah bekeluarga. Ada yang berprofesi sebagai dokter dan juga ada guru. Ada juga anak angkat beliau laki-laki.

Tiga orang putri almarhum berdomisili di luar Kota Padang. Hanya satu orang yang berdomisili di Kota Padang dan tinggal bersama almarhum. Putri yang tinggal bersama almarhum, bernama Esti. Berprofesi sebagai guru ASN di SMKN 1 Pariaman.

Sebelum dipanggil Sang Khalik, almarhum memang sudah dalam kondisi sakit. Seperti orang tua kebanyakan, di usia 69 tahun, ada beberapa penyakit yang dialami Prof Suparno. Seperti gula dan jantung. Namun almarhum tetap beraktifitas. Selaku guru besar, masa tugasnya tinggal setahun lagi di UNP.

"Beberapa hari sebelum wafat, beliau bilang ke saya bahwa badannya seperti masuk angin. Senin (23/11/2020) sekitar pukul 01.00 WIB, almarhum merasa kurang enak badan dan dibawa oleh menantunya ke RS Hermina. Sekitar pukul 03.10 WIB, beliau dipanggil oleh Allah SWT," kata Waskito menuturkan tentang kondisi almarhum menjelang meninggal.

Nispida Yeni, M.Pd.T, salah seorang alumni Jurusan Mesin FT UNP Angkatan 1996 yang kini mengajar di SMKN 1 Kota Batam memiliki kesan yang sangat baik dengan sosok almarhum Prof. Dr. Suparno, M.Pd. Menurut Pida, selaku dosen, Suparno senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Sehingga mahasiswa menjadi selalu bersemangat dan termotivasi untuk lebih maju.

Kenangan terakhir Nispida Yeni tentang almarhum, ketika Prof Suparno menjadi salah seorang juri dalam pemilihan guru berprestasi tingkat Provinsi Kepri di Kota Batam tahun 2013. Ketika itu Pida berhasil Juara III. Karena Nispida dan rekan-rekannya memiliki kenangan indah semasa kuliah dengan Suparno dan turut merasa kehilangan atas kepergian dosen yang baik itu menghadap Sang Maha Pencipta, mereka pun turut berkirim karangan bunga sebagai ungkapan berlangsung kawa. Selamat jalan dosen kami, Bapak Prof. Dr. Suparno, M.Pd. Semoga Allah SWT, memberikan terbaik untukmu. Aamiin (yon erizon)