Hadiri Festival Randai, Ketua DPRD Sumbar Ingatkan Agar Pelihara Seni Tradisi

oleh -222 klik
Ketua DPRD Sumbar, Supardi (tiga dari kiri) saat di sela-sela menghadiri Festival Randai Tingkat Sumbar yang dilaksanakan di Agam Jua Art dan Cultur Cafe, Kota Payakumbuh, akhir pekan lalu. IST
Ketua DPRD Sumbar, Supardi (tiga dari kiri) saat di sela-sela menghadiri Festival Randai Tingkat Sumbar yang dilaksanakan di Agam Jua Art dan Cultur Cafe, Kota Payakumbuh, akhir pekan lalu. IST

JERNIHNEWS.COM-Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi mengajak semua pihak agar senantiasa memelihara dan melestarikan seni tradisi.

Hal tersebut disampaikan politisi Partai Gerindra itu saat menghadiri Festival Randai Tingkat Sumbar yang dilaksanakan di Agam Jua Art dan Culture Cafe, Kota Payakumbuh, akhir pekan lalu, sebagaimana dikutip dari media Humas DPRD Sumbar.

Menurut Supardi yang juga tokoh masyarakat Payakumbuh, saat ini memang banyak cara dilakukan masyarakat dalam melestarikan seni budaya tradisi di Minangkabau. Tujuannya agar seni tradisi maupun seni modern yang akarnya tetap mengadopsi seni tradisi tetap bertahan di tengah-tengah derasnya arus perubahan dan perkembangan zaman.

Masyarakat, pemerintah dengan stackholder serta semua pihak diharapkan memiliki peran dan tanggung jawab secara bersama-sama untuk tetap memelihara dan memupuk nilai-nilai yang ada agar seni tradisi dan modern yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tidak hilang ditelan zaman.

Kata Supardi, Kota Payakumbuh yang tidak terbilang kecil di Sumatera Barat saat ini terus berbenah diri dari banyak aspek bidang pembangunan baik fisik maupun non fisik yang di dalamnya juga termasuk manusia dan sumber manusianya sendiri.

Di antaranya sektor seni dan budaya serta pariwisatanya yang menjadi salah satu kekuatan dan keunggulan kota Payakumbuh di antara banyak kota/kabupaten yang ada di Sumatera Barat menjadi kawasan menarik untuk selalu dikunjungi dan diingat masyarakat.

Kehadiran Agam Jua Art dan Cultur Cafe yang diinisiasi Supardi dan masyarakat serta dibantu para seniman dengan area 2.200 meter persegi di Jalan Inspeksi Batang Agam diharapkan dapat menjadi Icon Kota Payakumbuh sebagai kota seni dan budaya serta Kota Pariwisata. Tentu saja tanpa mengabaikan nilai-nilai seni tradisi yang masih terjaga dan terpilahara dengan baik di tengah-tengah globalisasi.

Supardi menambahkan, Agam Jua Art dan Culture Cafe terus berbenah diri dengan mempersiapkan berbagai kegiatan seni tradisi di antaranya randai dan seni tradisi lainnya sebagai kekuatan Kota Payakumbuh dan diperkuat dengan kegiatan seni rupa dan industri kreatif yang juga tetap mengadopsi nilai-nilai tradisi. (pr)