2021, Pemko Payakumbuh Tetap Beri Insentif Guru Ngaji dan Tahfiz

oleh -240 klik
Pemko Payakumbuh membahas insentif untuk guru mengaji, garin dan juga guru tahfiz. Kali ini pembahasan di Kecamatan Payakumbuh Utara. HPP
Pemko Payakumbuh membahas insentif untuk guru mengaji, garin dan juga guru tahfiz. Kali ini pembahasan di Kecamatan Payakumbuh Utara. HPP

JERNIHNEWS.COM-Pemko Payakumbuh tetap mengalokasikan anggaran APBD 2021 untuk insentif guru mengaji TPQ/TPSQ/MDA/MDTA/ dan garin mesjid serta guru tahfiz.

Insentif bulanan bagi tenaga pendidikan non formal itu dievaluasi dan tengah dibahas di setiap kecamatan pada akhir tahun ini.

Pada akhir pekan lalu sudah dimulai secara maraton dari Kecamatan Payakumbuh Timur. Berikutnya di Kecamatan Payakumbuh Utara. Pembahasan dilaksanakan di kantor camat setempat bersama Kadis Pendidikan Agustion diwakili Kabid Paud dan PNFI Irwanto, Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni diwakili Sekcam B. Nasution, Kepala KUA Kecamatan Payakumbuh Utara Asrul, serta guru ngaji yang ada di kecamatan tersebut, Senin (16/11) sebagaimana dilansir Humas Pemko Payakumbuh.

Baca Juga

Tahun ini para guru ngaji setiap bulannya sudah mendapatkan haknya dari Pemko Payakumbuh, berupa insentif yang dikirim ke rekening mereka secara rutin. Jumlah insentif itu sesuai dengan tingkatan sertifikasi mereka.

Dari informasinya, pada tahun 2019 ada sebanyak 452 orang guru ngaji menerima insentif dan pada tahun 2020 sebanyak 453 orang guru ngaji. Untuk tahun depan, meski APBD 2021 mengalami defisit anggaran, Pemko tetap mengalokasikan dana insentif guru ngaji tersebut.

"Besaran yang diterima oleh guru TPQ yang bersertifikasi A sebesar Rp 450.000, sertifikasi B sebesar Rp 400.000, sertifikasi C sebesar Rp 380.000, dan non sertifikasi sebesar Rp 368.500," kata Irwanto didampingi Kasi PNFI Asmar.

Dengan anggaran Rp2,18 miliar pada tahun 2020, Pemko Payakumbuh juga melakukan gebrakan baru dengan menyertakan 40 orang guru tahfiz yang juga ikut mendapatkan insentif. Di antara kota/kabupaten lainnya di Sumbar, baru Payakumbuh yang mengalokasikan APBD di dinas pendidikan untuk insentif guru tahfiz.

"Saat ini, guru tahfiz baru masuk ke kategori non sertifikasi. Kita akui karena keterbatasan anggaran belum semua guru ngaji yang dapat difasilitasi oleh dana insentif ini, namun seiring waktu berjalan tentu akan ada peningkatan, tergantung bagaimana persetujuan DPRD dan kepala daerah kita," papar Irwanto.

Camat Desfitawarni mengatakan di Kecamatan Payakumbuh Utara, ada 139 guru ngaji yang mendapatkan dana insentif dari Pemko Payakumbuh. Dengan adanya dana insentif ini, secara tak langsung juga telah memberikan bantuan kepada guru ngaji selama pandemi Covid-19.

"Kita tetap akan terus menggerakkan ruh agama islam di Payakumbuh, guru ngaji memiliki peran penting di tengah sendi kehidupan masyarakat, melalui mereka lahir para qori, hafiz, imam, mubaligh, dan calon-calon pemimpin masa depan. Eksistensi mereka harus kita perhatikan," kata Desfitawarni.

Sementara itu, Kepala KUA Payakumbuh Utara Asrul, S.Ag menyampaikan kementerian agama melalui Kantor Kemenag mengapresiasi Pemko Payakumbuh atas kebijakan adanya insentif guru TPQ/TPSQ/MDA/MDTA/ dan garin masjid. Tak banyak daerah yang punya kebijakan seperti ini.

"Kita menyadari begitu pentingnya guru TPQ bagi generasi kita, dengan adanya insentif ini sebagai bentuk penghargaan dari pemko, meski jumlahnya tak banyak, namun kita patut berseyukur dan berterimakasih atas perhatian wali kota Riza terhadap guru-guru ngaji di Payakumbuh," ujarnya.

Salah satu guru ngaji di Kalurahan Tigo Koto Diate, Syahril M mengapresiasi insentif bagi guru ngaji yang diberikan Pemko Payakumbuh. (pr)