Demi Hadir di MTQN Ke-28 di Padang, Pasutri Rela Bersepeda Motor 3.700 KM dari Sulteng

oleh -313 klik
Hasan CL Bunyu (44) yang rela menempuh perjalanan 3.700 KM dari Sulawesi Tengah dengan bersepeda motor bersama istrinya Nining R Rusdin Wakiden (29) yang sebagai peserta pada Cabang Kaligrafi di MTQN ke-28 di Padang, Sumbar. DISKOMINFO
Hasan CL Bunyu (44) yang rela menempuh perjalanan 3.700 KM dari Sulawesi Tengah dengan bersepeda motor bersama istrinya Nining R Rusdin Wakiden (29) yang sebagai peserta pada Cabang Kaligrafi di MTQN ke-28 di Padang, Sumbar. DISKOMINFO

JERNIHNEWS.COM-Masya Allah. Sungguh luar biasa kecintaannya kepada Alquran. Demi untuk bisa mengikuti MTQ Nasional ke-28 Tahun 2020 di Padang, pasangan suami istri (pasutri) rela bersepeda motor dari Sulawesi Tengah. Jarak tempuhnya sekitar 3.700 KM.

Pasutri yang nekad itu adalah Hasan CL Bunyu (44) dan istrinya Nining R Rusdin Wakiden (29). Hasan mendampingi istrinya Nining, yang merupakan peserta MTQN Ke-28 pada cabang seni kaligrafi. Lokasi lomba di GOR Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Air Tawar, Padang.

Nining tergabung dalam kafilah Provinsi Kalimantan Utara. Namun pasutri ini berdomisili di Sulawesi Tengah. Mungkin karena pembatasan jumlah rombongan di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang begitu ketat, sehingga pendamping dari keuarga tak bisa turut serta. Sementara Hasan ingin mendampingi istrinya sebagai peserta.

Karena keterbatasan lainnya, sekaligus mungkin ingin jalan-jalan, sampailah mereka pada keputusan bersepeda motor menuju Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat dengan bersepeda motor. Jarak tempuhnya sekitar 3.700 KM. Sungguh luar biasa perjuangan pasutri itu. Apalagi sepeda motor yang mereka kendarai juga hanya bermesin 110 CC.

Sebagaimana dikutip dari Kominfo Sumbar, Hasan CL Bunyu yang ditemui di lokasi lomba di GOR UNP, mengatakan bahwa untuk jarak yang nyaris 4.000 KM itu dia menghabiskan waktu selama 16 hari. Tentu banyak suka dan duka serta kendala yang mereka hadapi selama dalam perjalanan.

"Gara-gara menembus lebatnya hujan di tengah malam, kami sempat nyasar sekitar 5 jam di daerah Muko-muko," ungkap Hasan.

Tak hanya itu, perjalanan Hasan dan istri juga sempat dibayang-bayangi begal alias bajing di Jalan Lintas Sumatera.

"Kami sempat dikejar begal, namun ditolong oleh 4 mobil CPO hingga sampai ke tempat yang aman. Alhamdulillah," kata Hasan mengisahkan perjalanannya.

Meski tak sedikit kendala, tapi Hasan senantiasa bersyukur, karena ternyata cerita suka dalam proses perjalanan mereka juga begitu banyak. Masyarakat banyak yang memberikan kebaiakan terhadap pasutri ini.

"Sepanjang perjalanan dari Lampung sampai ke Mandeh, itu berapa kali kami ditolong orang. Bahkan tempat tinggal kami sekarang dibantu oleh masyarakat di sini," kata Hasan.

MTQN Ke-28 di Sumbar yang dilaksanakan dari tanggal 12 hingga 21 November 2020. Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi tuan rumah pelaksanaan. MTQN ke-28 ini dibuka secara resmi oleh Menag RI, Fachrul Razi, Sabtu (14/11/2020) malam di Stadion Utama, Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman.

Ini kali kedua Ranah Minang menjadi tuan rumah MTQN. Yang pertama pada MTQN ke-13 tahun 1983 atau 37 tahun silam. Penyelenggaraan MTQN kala itu mungkin adalah MTQN terbesar dan tersukses sepanjang penyelenggaraan MTQN di Tanah Air. Masyarakat Sumatera Barat benar-benar mendukung dan turut serta secara aktif menyukseskannya. Kendati penyelenggaraannya di Kota Padang, namun semarak dan syiar penyelenggaraan benar-benar terasa hingga ke pelosok nagari dan jorong di Ranah Minang. Puluhan ribu warga Sumbar senantiasa hadir setiap hari di GOR Agussalim, yang memang dibangun secara khusus untuk menyambut MTQN ke-13 tersebut. (pr)