Tanjung Barulak Kubang Berduka, Suami dan Istri Meninggal dalam 27 Jam

oleh -5733 klik
Almarhumah Kartinis (Init/67) dan Dasril (Idad/68) yang dipanggil menghadap Allah SWT dalam kurun waktu 27 jam, Selasa (10/11/2020) pukul 01.25 WIB dan Rabu (11/11/2020) pukul 05.00 WIB. WAG TBK
Almarhumah Kartinis (Init/67) dan Dasril (Idad/68) yang dipanggil menghadap Allah SWT dalam kurun waktu 27 jam, Selasa (10/11/2020) pukul 01.25 WIB dan Rabu (11/11/2020) pukul 05.00 WIB. WAG TBK

JERNIHNEWS.COM-Inalillahi Wainnaillahi Raajiuun. Jorong Tanjung Barulak, Nagari Kubang, Kabupaten Limapuluh Kota, berduka. Dalam kurun waktu lebih kurang hanya 27 jam, istri dan suami (Kartinis 67 tahun -- Dasril 68 tahun) dipanggil oleh Sang Khalik. Cinta kasih pernikahan mereka telah ditakdirkan oleh Allah SWT, berlangsung sehidup dan semati.

Suasana usai shalat jenazah Kartinis (Init) di Masjid Ittifaq, Tj, Barulak, Kubang. ERZ
Suasana usai shalat jenazah Kartinis (Init) di Masjid Ittifaq, Tj, Barulak, Kubang. ERZ

Ya, Allah Sang Maha Pencipta, memanggil Kartinis yang bersuku Piyoboda pada Selasa (10/11/2020) pukul 01.25 WIB saat menjalani perawatan di Klinik Lampasi. Ibu dari empat anak (2 putra dan 2 putri) itu menghembuskan nafas yang terakhir setelah mendapat penanganan medis selama empat hari. Perempuan yang dikenal ramah dan penyapa itu memang sejak beberapa tahun terakhir mengalami penyakit komplikasi.

Ratusan orang pelayat datang ke rumah duka menyampaikan ucapan turut berlangsung kawa. Rumah duka posisinya berada di tengah-tengah Jorong Tanjung Barulak. Sekitar seratusan orang turut menyolatkan jenazah almarhumah di Masjid Ittifaq, Tanjung Barulak. Sebagai imam shalat jenazah, H.R. Dt. Rajo Suaro. Penyelenggaraan shalat jenazah pukul 18.00 WIB. Proses pemamakan jenazah almarhumah Kartinis yang lebih dikenal dengan panggilan 'Init' di Pemakaman Jorong Tanjung Barulak di lereng Padang usai Shalat Magrib, selesai setelah Shalat Magrib.

Hanya dalam kisaran waktu sekitar 27 jam, giliran Dasril suami tercinta dari almarhumah Kartinis yang dipanggil oleh Tuhan. Dasril yang lebih dikenal dengan panggilan Idad itu pergi menghadap Allah SWT, sekitar pukul 05.00 WIB waktu subuh di RSI Ibnu Sina, Payakumbuh. Sekitar pukul 02.00 WIB, Dasril yang dalam kondisi tidak sadar dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi dari berbagai sumber yang dihimpun di rumah duka, saat istrinya meninggal, Dasril memang sudah dalam kondisi tidak sadar. Tekanan darahnya tiba-tiba naik menjadi sekitar 210. "Tensi beliau sampai 210," kata Upik, pihak keluarga.

Karena kondisi kesehatannya terus turun drastis, Dasril saat malam sebelum istrinya meninggal sempat dibawa ke rumah sakit di Bukittinggi. Namun, karena rumah sakit penuh dan tidak dapat memberikan pelayanan, kedatangan Dasril yang dalam kondisi tidak sadar pun ditolak, dan beliau pun dibawa lagi ke Tanjung Barulak, Kubang. Pada Selasa (10/11/2020) pukul 01.25 WIB, istrinya Init dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Sembari penyelenggaraan jenazah Kartinis berlangsung, Dasril juga terbaring di rumah keluarga mereka yang saling berhadapan. Matanya terbuka, tapi pandangannya seperti kosong. Sesekali tubuhnya bergerak. Tangannya masih bisa menghela selimut, tapi sangat pelan. Setiap pelayat yang datang menjenguk jenazah Kartinis, juga singgah ke rumah tempat Dasril terbaring untuk melihat kondisinya.

Dari empat orang anak pasangan suami istri hanya 2 orang yang sedang berada di rumah, yakni Ria dan Riki. Sedangkan Yen dan Wandi di Wandi di Jabar dan Sumut.

Hingga penyelenggaraan jenazah Kartinis selesai sekitar pukul 19.00 WIB, belum juga ada tanda-tanda perkembangan yang membaik pada kondisi Dasril. Demikian juga hingga tengah malam. Hingga akhirnya diputuskan oleh pihak keluarga membawa Dasril ke RSI Ibnu Sina, Payakumbuh. Tidak lama berselang, sekitar pukul 05.00 WIB, Allah SWT juga memanggil Dasril yang bersuku Panjang untuk selamanya. Dasril dikabarkan terkena stroke.

Sofina (65), warga Tanjung Barulak mengatakan jenazah almarhum Dasril akan dimakamkan perdampingan dengan makam istri tercintanya, Kartinis. "Makamnya berdampingan. Kini masih menunggu kedatangan Yen dan Amar yang hampir sampai (dari Jawa Barat --red)," kata Sofina sembari menyebut almarhumah Init dan almarhum Idad adalah pasangan suami istri yang baik dan pandai bermasyarakat. Almarhum disebut baru saja beberapa hari lalu pulang dari Medan, guna bertakziah karena sumandonya meninggal di sana. Sepulang dari Medan, Dasril sakit dan kondisi kesehatannya terus menurun.

"Ini mungkin bukti mereka yang saling setia, sehidup dan semati. Uni Init itu sangat baik orangnya. Semoga mereka berdua husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," kata Rahmi Lenggo Geni, yang suaminya berasal dari Tanjung Barulak begitu mendapat kabar bahwa pagi ini giliran Dasril atau Uda Idad yang dipanggil mengahadap Yang Maha Kuasa.

Ratusan ucapan berlangsungkawa atas kepergian suami istri ini juga disampaikan melalui group media sosial warga Tanjung Barulak, seperti WAG dan Facebook. Anggota group, baik yang berada di perantauan atau pun di kampung halaman, menyampaikan ucapan duka yang sangat mendalam atas kepergian Init dan Idad menghadap Allah SWT. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin... (yon erizon)