Upaya Luar Biasa Mahyeldi di Sektor Pertanian

oleh -343 klik
Walikota Padang (cuti) Mahyeldi yang kini menjadi Cagub Sumbar saat menghadiri panen padi di sawah masyarakat beberapa waktu lalu. Selaku alumni Fakultas Pertanian Unand, Mahyeldi memiliki program pembangunan yang senantiasa berpihak kepada petani.  NET
Walikota Padang (cuti) Mahyeldi yang kini menjadi Cagub Sumbar saat menghadiri panen padi di sawah masyarakat beberapa waktu lalu. Selaku alumni Fakultas Pertanian Unand, Mahyeldi memiliki program pembangunan yang senantiasa berpihak kepada petani. NET

Oleh: Miko Kamal

Miko Kamal
Miko Kamal

Selain politisi yang berlatar belakang aktivis dakwah, Mahyeldi juga kental bau-bau pertaniannya. Pendidikan tingginya pertanian. Dia lulusan Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Sebuah universitas bergengsi di Indonesia.

Cagub-Cawagub Sumbar, Mahyeldi-Audy Joinaldy.
Cagub-Cawagub Sumbar, Mahyeldi-Audy Joinaldy.

Makanya, tidak heran, beberapa kebijakan Mahyeldi di Kota Padang banyak sekali yang berorientasi memajukan sektor pertanian dalam arti luas (termasuk peternakan).

Untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, Mahyeldi membangun saluran irigasi tersier dan dam parit. Itu dilakukannya sejak tahun 2014. Tidak berhenti sampai sekarang (2020). Bagi Mahyeldi, petani harus dilindungi hasil pertaniannya dari ancaman bencana. Juga dari serangan hama penyakit tanaman. Praktiknya, beliau membuat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang sudah berjalan sejak tahun 2014 sampai saat ini.

Pupuk bersubsidi tidak boleh didistribusikan secara serampangan. Tujuannya, agar tepat sasaran. Pendistribusiannya diatur sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi informasi. Program itu dinamakan sistem e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani). Untuk lebih tertibnya pendistribusian, pemerintahan Mahyeldi memberlakukan Kartu Tani. Setiap petani yang berhak memegang Kartu Tani.

Penyuluh pertanian merupakan salah satu elemen penting dalam ekosistem pertanian. Maju atau tidaknya sektor pertanian, salah satunya, tergantung kepada upaya maksimal penyuluh pertanian. Mahyeldi sadar benar tentang itu. Tahun 2015, para penyuluh pertanian diberikan kendaraan roda 2.

Di bidang peternakan, Mahyeldi membuat dan menjalankan program pemberian insentif bagi peternak yang sapi betinanya melahirkan. Jumlahnya Rp 500.000 per ekor. Mahyeldi juga punya program pengembangan budidaya sapi brahman. Sekarang sudah berjumlah 72, dari sebelumnya 50.

Atas usaha-usaha serius pemerintahan Mahyeldi di sektor pertanian, beberapa penghargaan diraihnya. Penghargaan sebagai Kota Berbasis Agro Ekonomi diraihnya dari Gubernur Sumatera Barat (2015) adalah satu di antaranya.

Membangun pertanian yang serius hendak ditularkannya ke level yang lebih luas. Level provinsi. Sebagaimana diketahui, struktur ekonomi Sumbar, paling besar masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (22,67%). Disusul oleh sektor perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil sepeda motor (15,27%) dan sektor transportasi dan pergudangan sebesar 12,59% (BPS, 2019).

Mahyeldi tidak mau main-main dengan fakta dominasi sektor pertanian tersebut. Bersama dengan Audy Joinaldy, beliau menyeriusi betul sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Mereka berdua telah menetapkan pertanian sebagai fokus pembangunan di samping Usaha Menengah Kecil Mikro dan ekonomi kreatif jika kelak dipercaya memimpin Sumatera Barat.

Mudah-mudahan pertanian Sumbar semakin kinclong dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat di bawah kepemimpinan Mahyeldi - Audy nantinya. (*)

Padang, 03 Oktober 2020