Prihatin! Partisipasi Pemilih Payakumbuh di Pilgub Sumbar Terus Turun

oleh -287 klik
Tingkat partisipasi pemilih Kota Payakumbuh di dalam Pilkada Sumbar dalam 15 tahun terakhir. JNC
Tingkat partisipasi pemilih Kota Payakumbuh di dalam Pilkada Sumbar dalam 15 tahun terakhir. JNC

JERNIHNEWS.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh, sangat prihatin dengan terus turunnya tingkat partipipasi masyarakat Kota Randang itu dalam setiap helatan Pilkada/Pilgub Sumbar dalam 15 tahun belakangan. Partisipasi warga Payakumbuh dalam Pilgub 2005 sebesar 65,75 %. Berikutnya pada Pilgub 2010 sebesar 55,74 % dan terakhir Pilgub 2015 sebesar 51,52 %. Partisipasi memilih warga Payakumbuh jauh di bawah rata-rata Sumbar yang besarnya 59,28%.

Kegiatan diskusi KPU Kota Payakumbuh dan PWI Payakumbuh -Limapuluh Kota. NITA
Kegiatan diskusi KPU Kota Payakumbuh dan PWI Payakumbuh -Limapuluh Kota. NITA

Data ini terungkap dalam Diskusi Pilkada yang dilaksanakan KPU Kota Payakumbuh yang bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (31/10/2020) di Aula Husni Kamil Manik Lantai 2 Kantor KPU Kota Payakumbuh. Diskusi dimaksudkan untuk mendorong peningkatan partisipasi warga Kota Payakumbuh di dalam memberikan hak suaranya di Pilkada Sumbar 2020 untuk memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua KPU Kota Payakumbuh Haidi Mursal. Dalam sambutannya Ketua KPU Payakumbuh Haidi Mursal mengatakan peran media sangat penting di dalam mendorong peningkatan partisipasi pemilih di Pilkada Sumbar 2020, khususnya di wilayah Kota Payakumbuh. "Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, peran wartawan atau media sangat penting, terlebih untuk konsumsi masyarakat mengenai Pilkada," sebutnya.

Dalam kegiatan itu, yang menjadi narasumber Gabriel Daulai, Komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat mewakili ketua KPU, dan Hary Efendi Iskandar, S S, MA, sebagai pengamat yang juga akademisi di Universitas Andalas.

Gabriel Daulei, yang menjabat Divisi Sosialisasi KPU Sumbar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah bagi KPU dalam pelaksanaan tahapan pemilu 2020, dan juga dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020.

"Dilihat dari tahun 2015, jumlah partisipasi pemilih di Kota Payakumbuh ini hanya 51,2%, dan partisipasi untuk semua masyarakat di Sumatera Barat ini hanya 59,28%, ini adalah pemilihan normal tanpa adanya covid-19. Untuk sekarang menjadi PR bagi kita semua, bagaimana caranya meningkatkan partisipasi di kondisi pandemi Covid-19 ini," katanya menjelaskan.

Dijelaskan, untuk saat ini, tidak hanya aspek teknis sedang disosialisasikan KPU, namun juga aspek kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sedang melanda negeri. "Tidak teknis saja pekerjaan kita, juga aspek kesehatan yaitunya Covid-19. Untuk sekarang, maksimal pemilih TPS hanya 500 orang yang awalnya 800 orang," sebutnya.

"Namun, saat protokol kesehatan kita jalankan, itu tidak ada ruang bagi penyebaran covid-19, jadi kepada seluruh masyarakat saya harapkan jangan takut untuk ke TPS dan jangan takut akan covid-19 jika kita semua sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.

Hary Efendi Iskandar, SS. MA yang menjadi pembicara kedua memaparkan apa yang menyebabkan kesadaran pemilih kurang, dan apa yang harus dilakukan agar kesadaran masyarakat memilih bisa meningkat.

"Meningkatkan kesadaran memilih masyarakat bukanlah hal yang mudah. Itu harus melalui kerjasama banyak pihak, baik itu KPU, wartawan, dan seluruh masyarakat. Caranya yaitunya dengan memberikan pelajaran dan pemahaman yang baik kepada masyarakat, baik itu mengenai kesehatan, tahapan pemilihan, kesadaran pemilih, dengan begitu saya rasa kesadaran masyarakat akan meningkat," kata Hary memaparkan. (syn)