Diduga Ada Penambangan Emas Ilegal di Hulu Sungai Batang Pasaman

oleh -380 klik
Berbagai peralatan yang digunakan untuk penambangan emas di hulu Sungai Batang Pasaman Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sabtu (31/10/2020). Aktifitas penambangan emas di kawasan hutan lindung ini diduga ilegal. IST
Berbagai peralatan yang digunakan untuk penambangan emas di hulu Sungai Batang Pasaman Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sabtu (31/10/2020). Aktifitas penambangan emas di kawasan hutan lindung ini diduga ilegal. IST

JERNIHNEWS.COM- Masyarakat Jorong Tombang merasa resah sehubungan adanya aktifitas yang diduga penambangan emas ilegal, di sekitar hulu Sungai Batang Pasaman, Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Aktifitas itu diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir.

Berdasarkan foto dan informasi yang diterima jernihnews.com, terlihat sebuah alat berat berada di tengah aliran sungai, dan satu unit alat yang diduga sebagai penyaring emas. Mesin pompa air dan tumpukan batu dan pasir, serta lobang besar yang diduga bekas galian juga terlihat di lokasi.

"Alat berat tersebut diperkirakan telah beroperasi sekitar dua pekan dan saat ini baketnya dalam keadaan rusak, makanya tidak beroperasi,"ungkap warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (31/10/2020).

Berdasarkan informasi dari warga masyarakat, kegiatan tersebut ada keterkaitan dengan sejumlah orang yang tidak mereka kenal dan ada oknum pegawai (ASN) yang diduga juga terlibat dalam aktivitas tersebut. Bahkan, beberapa hari lalu, aktivitas itu bisa menghasilkan sekitar 20- 40 gram emas setiap beroperasi.

"Aliran sungai tersebut dialihkan, lalu batu dan pasir disaring, menggunakan alat, karpet dan lain-lain,"ucapnya.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Pasbar Baharuddin saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa hari yang lalu telah menerima laporan masyarakat soal adanya penambangan ilegal di sekitar sungai hulu Batang Pasaman.

Setelah dilakukan verifikasi laporan ke lapangan oleh masyarakat lainnya, ternyata benar ada alat berat di tengah aliran sungai Batang Pasaman, yang jaraknya hanya sekitar 1,5 KM dari permukiman masyarakat kampung Tombang. Aktifitas tersebut, sangat meresahkan masyarakat karena dapat merusak hulu sungai, serta berdampak terhadap masyarakat di hilir.

"Menurut sepengetahuan saya lokasi yang diduga sebagai lokasi tempat keberadaan alat berat tersebut kawasan hutan lindung dan tidak boleh dirusak," kata Baharuddin

Mantan Bupati Pasbar itu berharap, pihak kepolisian bisa mengamati tindakan dan memenindaklanjuti aduan masyarakat tersebut. Karena jika dibiarkan akan menimbulkan keresahan dan masalah besar bagi lingkungan dan juga akan sangat berdampak sosial masyarakat.

"Kita serahkan kepada pihak kepolisian, agar bisa bergerak, dan proses hukum," sebutnya mengakhiri.(rzl)